CARA MERAWAT AYAM HUTAN HIJAU

by 17:39:00
CARA MERAWAT AYAM HUTAN HIJAU



SEPUTAR AYAM HUTAN HIJAU  


ayam hutan hijau atau sering disebut GALLUS VARIUS atau GREEN JUNGLE FOWL, JAVAN JUNGLE FOWL. Sedangkan di jawa sering disebut ayam alas atau ayam alasan. Sedangkan dimadura Ajem alas/taratah dan di jawa barat Cangehgar/canghegar. 

CIRI-CIRI AYAM HUTAN HIJAU

 Ayam hutan hijau jantan dewasa mempunyai ciri utama jengger yang tidak bergerigi, berbentuk bulat pada bagian tengah berwarna merah kebiruan. Bulu-bulu pada bagian kepala berwarna biru, hitam dan coklat, sedangkan bulu leher, tengkuk, mantel berwarna hijau berkilauan atau nyamber lilin dan kelihatan seperti sisik ikan. Bulu penutup pinggul terdiri bulu-bulu panjang meruncing dengan kilau keemasan, sisi bawah tubuh hitam dan ekor hitam berkilau kehijau-hijauan atau kebiruan. Ukuran tubuh bervariasi tergantung lokasi atau habitatnya. Sedangkan untuk ayam hutan betina warna bulunya kuning kecoklatan. Mempunyai iris merah dan paruh abu abu. Warna kaki kekuninngan atau abu abu bening. CIRI-CIRI ANAKAN AYAM HUTAN HIJAU



Gambar di atas adalah gambar anakan ayam hutan hijau 1 bulan. Anakan ayam hutan mirip dengan anakan bekisar. Bedanya adalah warna kaki anakan ayam hutan kekuning-kuningan, sedangkan warna kaki anakan bekisar abu-abu gelap. 

CIRI ANAKAN AYAM HUTAN JANTAN 

Untuk lebih mudah membedakan ayam hutan jantan dan ayam hutan betina amati gambar anak ayam berikut ini:



Ditengah kepala terdapat warna coklat tua bertepi, warna hitam hingga mencapai punggung dan di bagian tengah berwarna hitam campur coklat tua.

Anakan ayam hutan jantan memiliki warna hitam cukup mendominasi. Cerat warna hitam dimata hingga melebihi telinga hitam warna cukup tegas dan tidak terputus, 1 hari sampai 1 bulan anakan ayam hutan jantan mempunyai bulu-bulu pada mantel dan leher kecil-kecil memanjang.

Adapun anak ayam hutan betina didominasi warna kuning keputihan. Bulu ekor anakan jantan setelah tumbuh sekitar 4cm berwarna hitam polos bermargin kuning jika mempunyai bintik yang memotong berarti anakan ayam betina. Ayam jantan yang sudah beranjak remaja dan berbulu penuh akan berwarna hijau mengkilap pada bagian kepala, leher dan mantel. 

CARA MEMELIHARA AYAM HUTAN 

Karena ayam hutan termasuk burung liar yang hidup dipinggir pinggir hutan maka mempunyai perangai yang liar, takut dengan keramaian.

Meskipun dipelihara sejak kecil tidak berarti akan jinak, apa lagi jika pemeliharaan asal asalan. Apalagi jika ayam tangkapan, maka penjinakan akan cukup lama dan sering mengalami kegagalan tanpa keuletan dan pengalaman.

Oleh karena itu saya akan sedikit membahas tentang cara merawat ayam hutan SEbaiknya anda memilih membeli anakan ayam hutan atau DOC ayam hutan dari hasil tetasan karena akan lebih mudah dalam perawatannya . Jangan membeli bakalan yang berumur lebih 7 bulan karena ayam mudah stres selama transportasi dan beda perawatan kecuali kalau sudah sangat jinak dengan pelatihan yang bagus dari pemiliknya. tentu harganya cukup mahal Sebelum membeli ayam hutan usahakan untuk menyiapkan kandang yang dilapis karung atau busa di bagian atapnya sehingga jika ayam ketakutan dan melompat lompat kepalanya tidak hancur.

Jangan memasukkan ayam ke kandang besar secara langsung karena akan sulit menangkapnya dan merawatnya. Berikan jangkrik 1 atau 2 ekor setelah ayam dimasukan kandang Jika ayam ketakutan, tutuplah kandang dengan koran, biarkan hingga akhirnya koran tersebut hancur karena kena patokPerawatan dan pemeliharaan anakan ayam hutan  Perawatan DOC ayam hutan relatif lebih mudah daripada ayam hutan yang sudah besar. Sediakan kandang berkerudung yang cukup luas dan lampu pemanas yang cukup sehingga tidak pengap dan tidak kedinginan.

 Berilah pakan ayam yang halus untuk DOC ayam atau voer burung yang halus khususnya DOC 1-15 hari dan 1 bulan Pelajari tentang pemberian vaksin, karena ayam hutan juga sering terkena sakit snot dan berak darah. Berilah perasan jahe, temulawak, kencur untuk kehangatan tubuh dan menigkatkan nafsu makannya. Jika ingin dipakai untuk indukan bekisar, campurlah dengan anakan ayam kampung dengan warna terserah anda. 

Pada umur 1-4bulan, anakan ayam hutan mulai perlu dijemur sekitar 2 jam tiap hari dan diberi extra fooding berupa jangkrik setiap pagi dan sore. Berikan dengan tangan agar jinak, sehat dan warna bulu akan semakin indah. Agar benar benar jinak, biasakan makan dari tangan kita dan sering kita mandikan dengan semprot air. Biasakan juga ayam diajak bermain, dipegang dan dielus elus.




Powered by Blogger.